Tampilkan postingan dengan label animal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label animal. Tampilkan semua postingan

Warga Kazakhstan gempar menemukan 2 Lele raksasa nan aneh !!

ikan ini ditemukan oleh seorang laki - laki yang sedang berwisata bersama keluarganya di dekat sungai ini, dan ia melihat keanehan ketika melihat ada bola basket berukuran 8 inci yang bergerak naik turun. Istrinya lalu datang dan melihat ternyata itu adalah sebuah bola basket yang berada di mulut seekor lele raksasa berbobot 120 pon. Karena adanya bola basket ini, ikan lele ini hampir mati karena tidak bisa menyelam ke dalam air, ia pun tidak bisa mengeluarkan bola basket tersebut. Akhirnya sang istri harus memecahkan bola tersebut untuk menyelematkan lele tersebut. Nih gambar lele kasihan tersebut : ( raksasa juga nih lele )



Beberapa hari kemudian di sungai tersebut ditemukan lagi ikan raksasa, belum diketahui mengapa di sungai tersebut ikannya raksasa semua, namun kali ini tentunya tanpa bola basket yang berada di mulut, tapi tetap saja warga sana digemparkan karena penemuan ikan ini :

Gak kebayang kalo ada di sungai tersebut berenang, lama2 orang juga dimakan thu ama ikan2 tersebut. ngeri....

jangan2 bola2 basket itu berasal dari anak kecil yang lagi maen basket di sekitar sungai, anaknya udah dimakan ama monster2 di dalam sungai, tinggal sisa bolanya aja....

Inilah Rahasia Dibalik Cahaya Kunang-kunang


Lampyridae adalah keluarga serangga dalam urutan kumbang Coleoptera. Mereka adalah kumbang bersayap, dan biasanya disebut kunang-kunang bug petir atau untuk digunakan mencolok kusam mereka bioluminescence untuk menarik pasangan atau mangsanya. Kunang-kunang menghasilkan cahaya “dingin”, tanpa frekuensi inframerah atau ultraviolet. Cahaya kimia ini diproduksi dari perut bagian bawah mungkin kuning, hijau, atau merah pucat – panjang gelombang 510-670 nanometer.

Ada 2.000 spesies kunang-kunang yang ditemukan di lingkungan subtropis dan tropis. Banyak di rawa atau basah, daerah berhutan di mana larva mereka memiliki sumber makanan yang berlimpah. Memancarkan cahaya ini larva dan sering disebut “glowworms”, khususnya di Eurasia. Di Amerika, “kunang-kunang” juga mengacu pada Phengodidae terkait

Para ilmuwan telah mencoba untuk memahami tujuan kelompok besar berkedip misterius kunang-kunang ‘disinkronisasi sejak tahun 1930-an. Sebuah percobaan baru, yang pertama kalinya untuk menciptakan lingkungan virtual untuk kunang-kunang – menggunakan lampu LED sebagai laki-laki buatan – telah mengungkapkan bagaimana sistem saraf kunang-kunang betina proses sinyal visual, serta peran yang sinkron flash laki-laki bermain di respon dari betina . Kunang-kunang, yang menggunakan bioluminescence untuk seleksi seksual, menyinkronkan berkedip di lampu neon-hijau sebagai kelompok besar untuk membantu kunang-kunang betina mengenali calon pasangan, sesuai dengan temuan.

“Ada banyak pengamatan benar-benar baik dan hipotesis tentang kunang-kunang sinkroni,” kata pemimpin penulis Andrew Moiseff dari University of Connecticut. “Tapi sampai sekarang, belum ada keterpaduan eksperimen diuji apakah berfungsi.

Berkedip bersama-sama membuat lebih mudah bagi anggota spesies carolinus Photinus kunang-kunang untuk mencari mitra yang tepat untuk kimpoi, studi ini ditemukan. Dalam ritual kimpoi kunang-kunang, jantan pelayaran oleh, terbang berkeliling dan berkedip sinyal mereka untuk membiarkan wanita tahu bahwa mereka sedang mencari cinta.

Sementara itu, kunang-kunang betina menunggu di daun, berkedip mengamati laki-laki ‘. Masing-masing menunggu pola tertentu berkedip cahaya – urutan yang unik untuk masing-masing spesies. Ketika mereka melihat pola yang mereka suka, mereka flash sinyal yang sama kembali pada laki-laki sebagai undangan untuk datang di atas.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa, dari sekitar 2.000 spesies kunang-kunang di seluruh dunia, hanya sekitar 1 persen sinkronisasi berkedip mereka dalam kelompok besar. Namun, kunang-kunang berkedip Photinus sangat umum, terutama di Amerika Utara. Mereka berevolusi ke flash dalam pola sinkronisasi sebagai solusi untuk spesifik perilaku, kondisi lingkungan atau fisiologis, kata Moiseff.

Juga dikenal bug petir, kunang-kunang sangat berorientasi pada tujuan: setelah tinggal di bawah tanah sebagai larva selama dua tahun sebelum muncul, Photinus kunang-kunang menghabiskan mereka singkat, dewasa dua-minggu-lama hidup pacaran dan kimpoi. Bahkan, mereka begitu didedikasikan untuk mencari pasangan hidup dan mereproduksi bahwa mereka bahkan tidak berhenti untuk makan.

Dengan benar-benar hanya satu hal di pikiran mereka, dan di tengah-tengah persaingan yang ketat atas perhatian perempuan, mengapa kunang-kunang jantan ambil bagian dalam disinkronisasi berkedip sebagai kelompok besar?

Synchronous spesies kunang-kunang sering ditemukan dalam jumlah yang tinggi, sehingga sulit bagi kunang-kunang betina untuk melihat dan mendaftar sinyal kunang-kunang jantan yang sendirian. Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah dalam memproses informasi betina, yang tampaknya kelompok disinkronisasi berkedip untuk mengkompensasi, menurut penelitian ini.

Dengan berkedip pola yang sama secara bersamaan, kunang-kunang jantan mengirimkan sebuah deklarasi, yang jelas kesatuan spesies mereka kepada perempuan, Moiseff kata. Menggunakan lampu LED, peneliti menguji hipotesis ini pada kunang-kunang perempuan, bahwa mereka menanggapi berkedip serentak sempurna sempurna atau dekat lebih dari 80 persen dari waktu

Tapi sekali wanita yang dilihat massa disinkronkan sinyal dan merespon, bagaimana ia memutuskan siapa dalam kelompok yang harus kekasih nya?

“Di lapangan, di bawah kondisi alam, kita menemukan bahwa wanita tertarik menanggapi Photinus carolinus beberapa laki-laki,” kata Moiseff Life’s Little Misteri. “Ini laki-laki kemudian cluster di sekitarnya dan berinteraksi satu sama lain, serta dengan perempuan itu.”

Para peneliti tidak tahu apakah respons awal betina diarahkan pada laki-laki tunggal dalam kelompok sinkron, atau apakah dia adalah menanggapi nonspesifik ke grup secara keseluruhan. Tapi karena flash tanggapannya menarik banyak laki-laki, tampak bahwa dia tidak berkomunikasi dengan individu laki-laki, Moiseff kata.

“Pada akhirnya, bagaimanapun, dia memilih laki-laki tunggal untuk kawin dengan,” tambah Moiseff. “Dampak dari ini adalah bahwa pilihan wanita terjadi secara terpisah dari pengakuan spesies awal dan atraksi

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

makhluk ini ditemukan oleh tentara Rusia di garis pantai Sakhalin. Daerah Sakhalin terletak dekat Jepang, itu bagian paling timur Rusia, hampir 5.000 kilometer ke Timur dari Moskow (Rusia sangat besar). Orang-orang tidak tahu makhluk apa ini. Menurut tulang dan gigi - bukan ikan. Menurut tulangnya - itu bukan buaya. Ia memiliki kulit dengan bulu. mengerikan gan..!!

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

Sungguh Mengerikan...!! Makhluk Aneh Seperti Monster ditemukan Oleh Tentara Rusia..!!

Anjing Yang Mirip Lambang Fire Fox Gan..!! (Sangat Lucu..!!)

ini dia gan anjing yang menyerupai lambang Fire Fox..!! Lucu banget yaaahh..!!


From: uberpix.net

Setelah 8 dekade, Satwa Terkecil Dunia Ditemukan Lagi

Tiga orang ilmuwan berhasil menemukan satwa langka pygmy tarsier yang merupakan hewan primata terkecil dan jarang ditemukan di dunia. Penemuan bintang di Pulau Sulawesi ini merupakan pertama kali sejak delapan dekade terakhir.

Para ilmuwan itu berada di Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi untuk melakukan meneliti flora dan fauna disana, temasuk mencari satwa pygmy tarsier atau yang dalam Bahasa Indonesia bernama Tarsius Pumilus.

"Kami baru saja menemukan satwa langka pygmy tarsier, bahkan saya satu-satunya orang yang pernah digigit hewan terkecil di dunia," kelekar Gursky-Doyen, seperti yang dilansir Associated Press, Kamis (20/11/2008).

Pygmy tarsier atau disebut juga Tarsier Gunung memiliki panjangnya 10 cm, dan beratnya hanya 2 ons. Satwa tersebut memiliki habitat di hutan belantara dan umumnya hidup di atas pohon. Diperkirakan, satwa terkecil itu hanya terdapat di hutan Sulawesi.

Tarsier Gunung itu, mengingatkan kita pada mahkluk kecil mengerikan bernama Gremlin dalam film berjudul serupa buatan Hollywood. Apalagi, kalau mulutnya yang lebar menyeringai memperlihatkan susunan giginya yang bertaring tajam. Meski begitu, melihat sosoknya yang kecil, bakal membuat orang yang melihat begitu gemas. Rasanya ingin ditenteng-tenteng dan digantung-gantung di bawa kemana-mana.

Saat ini, pygmy tarsier termasuk dalam daftar hewan yang paling dilindungi karena memang keberadaanya yang sangat sedikit, dan jarang bisa dijumpai. Badannya yang kecil, membuat hewan lincah mirip lemur ini sulit untuk dideteksi.

"Kami memang mentargetkan pygmy tarsier ini sebagai pencarian utama. Bahkan, penelitian kami sudah dilakukan sejak bulan Agustus lalu," pungkasnya. (srn/okezone.com)

Jurassic Park Akan Segera Terwujud di Dunia Nyata

Masih ingatkah dengan Film fenomenal Jurassic Park besutan Steven Spielberg?, di film itu diceritakan dinosaurus yang telah punah berabad-abad lalu dapat dihidupkan kembali hanya dengan sel darah hewan raksasa tersebut. Dan nampaknya keinginan itu sebentar lagi akan terwujud.

Sekelompok peneliti asal Jepang baru-baru ini telah berhasil membuat tikus yang diambil dari sel darah beku seekor tikus yang telah mati 16 tahun lalu. Dan keberhasilan ini membuat mereka yakin dapat menghidupkan Mammoth, gajah yang pernah hidup pada zaman purba.

Para peneliti dari Institute Riken menghidupkan tikus yang merupakan hasil rekayasa genetik melalui sel darah hewan itu yang dibekukan dalam suhu 20 derajat Celcius, sel darah hewan pengerat itu sendiri berasal dari tikus yang telah mati 16 tahun lalu.

Tikus yang berwarna hitam ini awalnya ada sebuah sel darah yang telah mati, setelah itu sel tersebut masuk dalam tahap rekayasa genetik dengan ditanamkan kedalam sel telur di tikus yang masih hidup. Dan ajaib, tikus itu pun berhasil dilahirkan.

Keberhasilan ini mereka harapkan menjadi langkah awal bagi mimpi umat manusia, yaitu dengan menghidupkan kembali mammoth, yang merupakan spesies nenek moyang gajah.

"Keberhasilan pengembangan teknologi transfer sel ini semoga bisa berlanjut ke binatang lainnya," harap Teruhiko Wakayama Pemimpin eksperimen ini, seperti yang dilansir AFP, Rabu (5/11/2008).

"Taman dinosaurus seperti dalam Film Jurrasic Park mungkin bisa diwujudkan dalam dunia nyata," tambah Wakayama.

Akan tetapi kendala besar tengah dihadapi oleh para ilmuwan tersebut, pasalnya mereka akan sulit menaruh sel darah mammoth ke dalam sel telur mammoth yang masih hidup, karena mammoth sendiri sudah punah sejak zaman es.

Satu-satunya cara adalah dengan menanamkan sel mammoth ke rahim gajah betina. Gajah yang memang mempunyai hubungan erat dengan mammoth diharapkan mampu menghidupkan bintang purbakala tersebut.

"Kami tengah mencoba mengembangkan sel ini melalui gajah, walaupun sulit semoga ini bisa meraih hasil yang postif," tutup Wakayama.[srn/okezone.com]

Laba-Laba Raksasa Muncul di Cairns

Laba-laba raksasa ternyata benar-benar muncul di dunia nyata. Sebuah laba-laba yang dinamakan laba-laba mammoth ini bisa memakan seekor burung hidup-hidup.

Kemunculan laba-laba raksasa itu diabadikan dalam sebuah gambar yang beredar di email di seluruh penjuru dunia yang kemudian ditulis The Cairns Post, Kamis (23/10/2008).

Gambar laba-laba mamoth tersebut terlihat di ambil di halaman belakang sebuah rumah di dekat Cairns.

Gambar itu diyakini diambil pada pekan ini, dan menunjukkan sebuah gambar laba-laba yang mengepalkan kakinya di sekeliling tubuh burung yang terperangkap di jaring laba-laba raksasa tersebut.

Seorang ahli laba-laba dari Taman Reptil NSW Australia, Joel Shakespeare mengatakan laba-laba itu dari jenis penenun.

"Biasanya binatang itu memakan binatang serangga yang besar. Foto ini menjadi tidak lazim karena laba-laba itu memakan seekor burung," kata Shakespeare.

Shakespeare mengatakan dia pernah melihat laba-laba jenis penenun yang memiliki badan sebesar tangan manusia. Namun, untuk binatang yang berada di wilayah tropis biasanya bisa tumbuh lebih besar.[ahm/okezone.com]